Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 06 April 2014

Spesies Baru Kukang Kalimantan

Sedikitnya 3 jenis baru Kukang di temukan di Pulau Kalimantan. Ketiga spesies baru Kukang tersebut adalah Nycticebus kayanNycticebus  borneanus, dan Nycticebus bancanus. Sebelumnya Nycticebus  borneanus, dan Nycticebus bancanus masih di masukan kedalam jenis Nycticebus menagensis.
Kukang Kalimantan

Nycticebus kayan adalah spesies baru yang belum dikenali. Spesies ini ditemukan di tengah-timur dataran tinggi Kalimantan. Namanya diambil dari sungai setempat, Kayan, di Kalimantan Timur. Sedangkan Nycticebus bancanus bisa ditemukan di bagian barat daya Kalimantan yang dikenal memiliki kekhasan warna bulu, sementara Nycticebus  borneanus  hidup di bagian tengah selatan Kalimantan dengan ciri wajah gelap dan kontras. 

Tiga spesies baru  Kukang di Pulau Kalimantan ini di temukan oleh Ahli peneliti primata kukang Universitas Oxford Brookes, Profesor Ana Nekaris, melalui penelitian Deoxyribonucleic acid atau DNA kukang di Indonesia.

Selain  akan ditambahkan dalam daftar merah IUCN sebagai spesies yang terancam punah,", Kukang merupakan primata yang di lindungi oleh Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati, ancaman yang dijatuhkan adalah kurungan lima tahun penjara serta denda sebanyak Rp 100 juta.

Fakta Kukang Kalimantan (Nycticebus kayan)

Di balik penampilannya yang lucu dan imut Kukang ini ternyata merupakan primata yang memiliki racun mematikan. Gigitan beracun spesies Kukang yang baru saja ditemukan di Kalimantan ini dapat membunuh manusia.

Racun tersebut terdapat di kelenjar siku yang terhubung ke mulutnya. Saat terancam bahaya kukang ini mengambil racun ke dalam mulutnya dan mencampurnya dengan air liur. Racunnya menimbulkan anaphylactic shock berujung kematian jika tergigit.

Sumber : Antaranews

Jumat, 14 Maret 2014

Penangkaran kupu-Kupu Ali Muntahar, Berbisnis Tapi Peduli

Di tengah maraknya perburuan hewan di alam liar untuk di perjual belikan, Ali Muntahar mengambil langkah yang patut di acungi jempol. Sadar dengan pentingnya tetap menjaga kelestarian hewan cantik ini, Ali lantas berinisiatif mengembangkan penangkaran kupu-kupu untuk bahan kerajinan yang menjadi sumber penghasilan keluarganya saat ini.
koleksi kupu-kupu bantimurung
Kupu-kupu Bantimurung
Di belakang rumahnya di Kabupaten Maros Sulawesi Selatan terdapat sebuah penangkaran yang mampu menampung ratusan ekor kupu-kupu yang terdiri dari sekitar 10 jenis. Indukan kupu-kupu di peroleh dengan menangkapnya di alam kemudian di tempatkan di penangkaran untuk selanjutnya dibiarkan melakukan perkawinan secara alami. Setelah bertelur indukan biasanya akan mati dengan sendirinya, kupu-kupu yang mati inilah yang digunakan Ali sebagai bahan pembuatan beragam cindera mata yang di jual dalam dan luar daerah, serta di sekitar kawasan Kawasan Taman Nasional Bantimurung.
kerajinan berbahan kupu-kupu
Contoh cinderamata dari kupu-kupu


Di Kabupaten Maros memang terdapat Kawasan Taman Nasional Bantimurung yang dikenal sebagai habitat kupu-kupu yang unik dan langka seperti Papilo androkles dan Papilo blumei. Tak heran Maros menetapkan hewan cantik ini sebagai maskot daerahnya.
Cindera mata kupu-kupu yang di pajang di sebuah cafe

Pemanfaatan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan perlu terus dikembangkan. Eksploitasi yang berlebihan justru akan mengancam kelestarian flora dan fauna yang akhirnya merugikan manusia itu sendiri. Mari berlaku bijak terhadap alam, stop pengrusakan hutan dan perburuan satwa liar. 

Kamis, 06 Maret 2014

Seminar Peringatan World Wildlife Day

Puluhan peserta yang mengikuti seminar "Pengenalan dan Pelatihan Konservasi Bekantan" tampak antusias menyimak berbagai materi dari penyaji. Kegiatan seminar yang di selenggarakan oleh Program Magister Pendidikan Biologi Unlam bekerjasama dengan Lembaga Pusat Studi dan Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia (Biodiversitas Indonesia) di gelar dalam rangka memperingati "Word Wildlife Day" yang jatuh pada tanggal 3 Maret lalu.

Pemateri dan Peserta seminar 


Ketua Program Magister Pendidikan Biologi Unlam Banjarmasin
Dr. H. M Zaini, M.Pd dan pemateri
 
Prof. Dr. Ir. H. M. Arief Soenjoto, M. Sc 

Seminar di buka langsung oleh Dr. H. M Zaini, M.Pd (Ketua program Magister Pendidikan Biologi Unlam) dengan pembicara Prof. Dr. Ir. H. M. Arief Soenjoto, M. Sc guru besar Fakultas Kehutanan Unlam yang juga peneliti dan pemerhati Bekantan di Kalsel.
jumlah seminar pelatihan
Peserta Seminar

Bertempat di ruang multimedia Pasca Sarjana Pendidikan Biologi Unlam Banjarmasin, kegiatan yang di helat Kamis (6/3/14) ini di hadiri peserta yang berasal dari berbagai kalangan di antaranya pelajar Sekolah Menengah Atas) Mahasiswa dan mahasiswi S1 serta S2 Unlam, komuntias Sahabat Bekantan Indonesia serta tidak ketinggalan Ambar Pertiwi  (Duta Bekantan) dan Zainuddin (Duta Konservasi).

Seminar dan pelatihan bekantan
Suasana Seminar Pengenalan dan Pelatihan Konservasi Bekantan
Dalam sambutannya Dr. H. M Zaini, M.Pd berharap pemerintah daerah bisa lebih tegas dalam menjaga dan mempertahankan habitat Bekantan dari ancaman alih fungsi. "Pemerintah harus tegas terhadap pengusaha yang akan melakukan kegiatan alih fungsi hutan yang menjadi habitat Bekantan, kalau tidak mereka akan semakin terancam" tegasnya.

Dalam pemamparan materinya Prof. Dr. Ir. H. M. Arief Soenjoto, M. Sc mengingatkan bahwa kawanan Bekantan yang berada di luar area konservasi jauh lebih berisiko dari kegiatan alih fungsi habitat sehingga harus terus di awasi. "Kawanan Bekantan yang tinggal di luar kawasan konservasi lebih berisiko dan harus mendapat perhatian" ujarnya.

Di tambahkan Arief saat ini ada banyak kawanan Bekantan yang berada di luar habitat alaminya dan perlu mendapat perhatian serius oleh pemerintah daerah untuk mempertahankan habitat yang ada atau merelokasinya.

Panitia pelaksana Amalia Rezeki menuturkan, seminar "Pengenalan dan Pelatihan Konservasi Bekantan" ini adalah langkah awal untuk melahirkan kader-kader baru untuk pelestarian Si Maskot. Rencananya seminar dengan materi dan pelatihan yang lebih detail akan kembali digelar dalam waktu dekat (mj).